Layanan pelanggan
Ubah chat WhatsApp jadi tugas agar tidak ada tindak lanjut yang terlewat
"Besok kami kabari ya, Kak" adalah janji paling mudah di chat dan paling mudah dilupakan. Begini cara mengubahnya menjadi tugas dengan penanggung jawab dan pengingat, dan cara menghubungi pelanggan lagi setelah jendela 24 jam tertutup.
Tim MonoChat Diperbarui: 4 menit baca
Di halaman ini
Agar tidak ada tindak lanjut WhatsApp yang terlewat, ubah setiap janji di chat menjadi tugas yang terhubung ke percakapan, dengan satu penanggung jawab, status, dan pengingat untuk tenggatnya. Lalu hubungi pelanggan dengan cara yang benar: balasan biasa selama jendela layanan pelanggan 24 jam masih terbuka, dan template pesan yang disetujui setelah jendela tertutup.
Panduan ini menjelaskan chat mana yang perlu tugas, isi tugas yang baik, aturan WhatsApp yang menentukan tindak lanjut, dan cara menjalankannya di MonoChat.
Kenapa tindak lanjut terlewat
Chat terasa selesai saat pelanggan menulis “makasih”. Pekerjaannya sering belum:
- “Bisa ditelepon balik soal tagihan?”
- “Tolong kirim penawaran untuk 40 pcs.”
- “Paketnya datang rusak” dan penggantian harus diatur.
- “Dokumennya saya kirim besok” dan seseorang harus mengecek apakah sudah masuk.
Di inbox yang ramai, langkah berikutnya hanya diingat CS atau ditulis di sticky note. Shift berganti, chat ditutup, dan tiga hari kemudian pelanggan menanyakan kabar pesanannya. Balasan cepat dan pesan otomatis tidak membantu di sini; yang kurang adalah pemilik tugas.
Chat mana yang perlu tugas
| Chat berakhir dengan… | Contoh tugas |
|---|---|
| Janji dengan waktu | ”Telepon balik soal tagihan 2291 sebelum Jumat” |
| Pekerjaan untuk tim lain | ”Gudang: kirim pengganti pesanan 1048 yang rusak, kabari resi JNE” |
| Sesuatu yang ditunggu | ”Cek apakah pelanggan sudah mengunggah KTP” |
| Langkah penjualan berikutnya | ”Kirim penawaran 40 pcs, follow up hari Selasa” |
| Komplain yang harus selesai | ”Refund sudah disetujui finance? Konfirmasi ke pelanggan” |
Kalau jawabannya bisa diberikan sekarang di chat, berikan. Tugas untuk hal yang tidak bisa selesai di dalam percakapan.
Isi tugas yang baik
- Judul berisi langkah berikutnya: “Kirim pengganti” lebih baik daripada “Paket rusak”.
- Satu penanggung jawab. Tugas milik semua orang bukan milik siapa-siapa.
- Status yang sesuai cara kerja tim: menunggu, diproses, selesai.
- Tautan ke pelanggan dan chat, agar yang mengambil tugas membaca riwayat, bukan bertanya ulang.
- File: foto kerusakan, invoice, formulir yang sudah ditandatangani.
- Pengingat bertanggal, agar janji muncul sebelum pelanggan menagih.
Aturan WhatsApp yang menentukan tindak lanjut
Menurut Meta, jendela layanan pelanggan 24 jam dimulai saat pelanggan mengirim pesan atau menelepon Anda, dan diperbarui setiap ada pesan atau panggilan baru. Di dalam jendela Anda bebas membalas; setelah tertutup, hanya template pesan yang disetujui yang boleh dikirim.
Sebagian besar tindak lanjut terjadi setelah 24 jam: pengganti dikirim Kamis, penawaran siap minggu depan. Jadi siapkan template lebih dulu, misalnya “Pengganti untuk pesanan 1048 sudah dikirim” atau “Penawaran Anda sudah siap, balas pesan ini untuk melihatnya”. Pesan tentang pesanan atau permintaan tertentu biasanya template utility; semua yang bersifat promosi termasuk marketing. Meta menagih setiap template yang terkirim per kategori dan negara: pesan utility ke nomor Indonesia USD 0,025. Rinciannya di panduan harga WhatsApp API, contoh kalimat di contoh template pesan WhatsApp.
Cara menjalankannya di MonoChat
MonoChat menyatukan WhatsApp, Instagram, Messenger, TikTok, Telegram, dan web chat di inbox tim. Aplikasi MonoChat Tasks menambahkan tugas di samping chat.
1. Pasang aplikasinya. Pasang MonoChat Tasks dari Pengaturan › MonoStore › Aplikasi. Menu kiri akan punya item TODO dengan Tasks, Reminders, dan Settings. Layar aplikasinya berbahasa Inggris.
2. Tentukan status tugas. Di TODO › Settings, tiga status dibuat saat instalasi: Pending, In Progress, dan Done. Ganti namanya atau tambahkan sendiri, misalnya “Menunggu pelanggan”.
3. Buat tugas dari chat. Di percakapan, klik Customer Tasks di samping chat dan buat tugas dengan Title, deskripsi, Files, serta Agent User penanggung jawab. Tugas terhubung ke pelanggan dan percakapan itu.
4. Diskusi di dalam MonoChat. Tim berdiskusi di komentar tugas dan komentar baru ditandai, sehingga gudang dan CS sepakat soal pengganti tanpa grup chat terpisah.
5. Tambahkan pengingat. Beri tugas pengingat dengan tanggal dan catatan. TODO › Reminders menampilkannya di tab All, Overdue, Today, Tomorrow, Week, dan Month.
6. Kerjakan daftarnya. TODO › Tasks punya tab Today’s Updates, All, Me, Not Assigned, dan satu tab per status. Mulai setiap shift dari Me dan Overdue, dan supervisor mengecek Not Assigned sekali sehari.
7. Tuntaskan dengan pelanggan. Setelah pekerjaan selesai, buka chat yang terhubung dan balas, atau kirim template tindak lanjut jika jendela sudah tertutup. Lalu pindahkan tugas ke Done.
Siapa yang melihat percakapan mana tetap diatur oleh peran dan izin akses. Jika agen AI menjawab lebih dulu, alihkan chat ke manusia saat perlu tugas; lihat peralihan dari AI ke manusia.
Tiga kebiasaan yang berhasil
- Tidak ada janji tanpa tugas. Kalau CS menulis “nanti kami kabari”, tugas sudah dibuat sebelum chat ditutup.
- Cek tugas yang terlambat setiap hari. Tugas terlambat adalah pelanggan yang sebentar lagi menulis “gimana kabarnya?”.
- Ukur seperti layanan pelanggan. Hitung tugas yang selesai terlambat bersama waktu respons pertama dan waktu penyelesaian; lihat metrik layanan chat dan SLA.
Untuk pelanggan yang diam setelah dibalas, kombinasikan dengan tindak lanjut chat yang tidak dibalas.
Mulai gratis di app.monochat.ai dan pasang MonoChat Tasks dari toko aplikasi.
Sumber
- Meta for Developers: Send messages dan jendela layanan pelanggan (dibuka 29 Okt 2026)
- Meta for Developers: Pricing on the WhatsApp Business Platform (dibuka 29 Okt 2026)
- Pusat bantuan MonoChat: MonoChat Tasks
Terapkan dengan MonoChat